Ayah,…
Kerut-kerut didahimu menunjukan betapa kerasnya ayah berfikir untuk menghidupi kami
Rambut putihmu tumbuh begitu cepat dan nampak begitu bijaknya engkau ayah…
Kaki kuatmu kini telah rapuh dan sedikit terseok tetapi masih tetap bisa bertahan dan berjalan
Tulang punggungmu yang sedikit bengkok menandakan betapa beratnya beban yang engkau pikul.
Sebelum menjelang subuh, air dingin telah menyiram tubuhmu dan bergegas mencari nafkah
Sinar mentari pagi selalu datang terlambat ketika ayah sudah membuka kios.
Asap rokok dan debu bis telah menjadi makanan paru-parumu setiap hari tanpa libur
Keringat disiang hari telah membasahi bajumu yang bersih dan rapih.
setelah mentari menenggelamkan diri dan muncul bintang dan bulan barulah ayah berjalan lemas untuk pulang, dengan membawa hasil keringatmu untuk kami yang engkau cintai.
Kami disini selalu menunggumu pada saat makan malam,
Senyuman di bibirmu seolah mengobati rasa rindu kami yang hanya bisa bertemu 1 jam sebelum tidur.
Ayah… engkaulah yang telah menjaga kami, melindungi kami, membuat kami besar dan bisa berdiri seperti sekarang ini.
Andai engkau masih bersama kami,....
Aku hanya ingin berucap,
"Aku mencintai dan menyayangi ayah"
"aku bangga terhadap ayah"
"Terimakasih ayah..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar